Menulis Tentang Bingung

Ide menulis kali ini datang dari seseorang yang tak pernah saya duga sebelumnya. Orangnya nggak jelas, tak pernah memberi saya fokus, hanya membuat hati bimbang dan gelisah. Ya, siapa lagi kalau bukan bingung.

manusia bisa bingung
pixabay.com
Apakah paragraf pertama membuat anda bingung dengan orang yang bernama Bingung? Santailah dulu dan tetap fokus karena bingung yang akan saya bahas kali ini bukan nama orang melainkan sebuah kata dari kelas A (adjektiva). Lihat saja pada paragraf satu huruf awalnya tidak menggunakan huruf kapital, jadi jelas bukan nama orang.

Kenapa saya menulis tentang bingung?

Soalnya bingung itu dianggap merugikan, tidak menghasilkan, membuat orang berpikir tanpa melakukan tindakan. Tapi bingung bagi saya itu melahirkan ide baru, membuat banyak hal terlihat disekitar benda yang difokuskan, dan yang terpenting. Saya bisa menulis artikel panjangnya 2000 kata hanya dengan bermodalkan bingung, laptop, dan KBBI disamping saya.

Bagi banyak orang sifat bingung memang sangat mengganggu, termasuk bagi saya. Yang bisa dilakukan saat mengalami hal itu hanyalah berpikir tanpa melakukan tindakan. Mau melakukan ini nanti salah, mau melakukan itu nanti rugi, mau apa-apa jadi tidak terrealisasi. Ibarat 2 insan manusia yang deket terus tapi nggak jadi-jadi T_T.

Bingung dalam pekerjaan, bingung dalam pelajaran, bingung dalam perhubungan, semua itu merugikan. Lebih dari 90% merugikan. Tapi pernahkan anda terpikir untuk menggunakan bingung itu untuk melakukan hal yang menguntungkan? Menjualnya mungkin.

Coba saya berikan sebuah cerita

Pada suatu rapat yang serius, empat orang karyawan berlomba-lomba mengeluarkan ide terbaiknya. Yang mereka lakukan itu adalah untuk mengesankan pak bos dengan idenya yang menakjubkan dan berharap kenaikan gaji tentunya. coba tebak topik apa yang sedang mereka bahas dengan membaca dialog berikut.

Karyawan A :      “kita batalkan pembagunan gedung, lalu kita gunakan anggaran itu untuk memperbaiki hubungan Chelsea Islan dengan fansnya.”
Karyawan B :      “jangan ngaco. Apa hubungannya dengan rapat ini? Menurut saya kita gunakan saja untuk pembangunan gedung. Lalu kita bisa menggunakan gedung yang lama untuk monumen tanda kebaktian. Dengan kemiringan gedung itu bisa kita iklankan untuk jadi nominasi 7 kejaiban dunia. Bayangkan keuntungan yang bisa didapat jika sektor pariwisata berkembang dengan adanya monumen miring itu.”
Karyawan C :      “menurut saya ide dari Karyawan B ada baiknya. Apalagi jika kita bisa benar-benar mengembangkan sektor pariwisata, kita bisa menggunakannya untuk membuat kura-kura diatas gedung baru kita. Mungkin malah gedung lama dan gedung baru bisa menjadi landmark untuk perusahaan kita, dan bisa mendorong kesuksesan untuk perusahaan kita. Bagaimana?
Karyawan D :      “hmm. Setelah berbagai pendapat yang telah saya keluarkan, saya merasa srek dengan ide dari Karyawan C. Ternyata ide saya yang tadi bukan apa-apa jika dibandingkan dengan kalian para master. Saya setuju dan akan mendukung penuh ide anda. Sekarang keputusan ada ditangan Pak Boss.”
Pak Bos :              “bagaimana kalian ini. Tidak sadarkah jika pembicaraan yang kalian lakukan semata-mata hanya untuk memperpanjang dan menambah kata pada artikel ini. Tuh lihat, pembaca sudah serius membacanya. Sampai kata INI saja sudah ada 462 kata dari si penulis. Wah kalian ini, mudah sekali terpancing bait.”

Ya, memang benar kata Pak Bos. Saya menulis pembicaraan itu hanya untuk menambah panjang dan menambah tele-tele dalam artikel ini. Tapi itulah hasil dari kebingungan yang saya rasakan. Pembaca bisa betah membaca hingga baris ini (beberapa saya harap menggelengkan kepala).

Sebelum bahasa yang saya gunakan menjadi lebih tidak beraturan, mari lanjutkan kembali ke topik yang sudah saya bahas dari awal tadi.

Mari kita membahas ke suasana yang lebih serius dengan mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan seputar “bingung”.

Apa itu bingung
Kenapa manusia bisa bingung
Cara mengatasi bingung
Cara memanfaatkan bingung


Mari kita bahas dari pertanyaan pertama

Apa itu bingung?

Menurut KBBI bingung merupakan kata dalam kelas adjektiva yang berarti hilang akal, tidak tahu yang harus dilakukan, tidak tahu arah.

Bingung bisa diartikan sebagai keadaan seseorang saat dia tidak tahu dengan apa yang akan/harus dilakukannya atau tidak tahu mengenai sesuatu hal. Bingung bisa digunakan dalam berbagai kalimat yang berarti si pelaku mengalami keadaan yang dijelaskan tadi. Contoh kalimat yang mengandung kata bingung :
Dia bingung dengan yang diinginkan si pria
Saya bingung dengan penjelasan anda
Budi disuruh membaca dan dia bingung

Kenapa manusia bisa bingung?

Jika manusia sudah pernah melakukan yang namanya berpikir pasti dia pernah mengalami yang namanya bingung. Bingung itu bisa dianggap sebagai penyakit, dan penyakit tentu ada penyebabnya. Penyebab bingung menurut berbagai sumber yang saya baca ada 8 (sebab yang sama tidak saya tulis 2 kali). Sebab-sebab itu adalah :

Terlalu banyak pernyataan

Terlalu banyak pernyataan menjadi sebab utama bingung menurut saya. Setidaknya itu yang saya rasakan. Saat banyak pernyataan keluar dari pikiran atau malah dapat masukan dari luar, bingung rasanya mau memilih keputusan yang mana yang ingin diambil.

Sebab ini banyak dirasakan oleh para pengambil keputusan yang biasanya duduk di kursi pemimpin, contohnya ketua rapat paripurna karyawan yang tadi, Pak Bos seharusnya yang menjadi pengambil keputusan untuk membangun gedungnya atau tidak.

Takut salah

Takut salah menjadi sebab berikutnya. Kebanyakan orang sudah mengkhawatirkan kesalahan atau kegagalan yang belum tentu akan menimpanya. Rasa pesimis yang tinggi membuat diri lebih bingung dan tak bisa mengatasi bingungnya. Alhasil keputusan akan sulit diambil.

Ketahuilah wahai para pembaca. Setiap keputusan pastilah memiliki akibat baik dan buruk. Semua itu bisa terjadi meski kita sudah berusaha dengan benar sesuai tata cara yang ada. Jika salah maka bisa dibenarkan lagi, jika benar maka bisa disempurnakan lagi.

Terlanjur salah

Pasti anda pernah melakukan kesalahan, fix anda pernah dan setiap orang didunia ini pasti pernah salah. Sering kali setelah melakukan kesalahan kita bingung mau apa selanjutnya. Biasanya karena masalah waktu atau hasil usaha yang telah disalurkan keinginan untuk memperbaiki menjadi hilang.

Jika anda bingung karena terlanjur salah maka itu benar-benar tidak ada manfaatnya, sungguh. Mau diapakan lagi? usaha yang bisa dilakukan selanjutnya adalah evaluasi diri dan memperbaiki kinerja untuk tugas dimasa depan. Tataplah masa depan bila anda bisa. Jika tidak berarti anda belum punya masa depan. Cari dulu kalau bisa buat masa depan itu.

Terhimpit sesuatu

Anda akan merasakan tegang saat sesuatu menghimpit anda. Terhimpit kali ini bukan hanya untuk yang laki-laki namun juga untuk yang perempuan. Ruang yang sempit, waktu yang pendek, dan keadaan yang mengancam bisa membuat anda tegang, panik, dan bingung untuk melakukan sesuatu dengan benar. Memang sebab ini susah untuk dihindari karena keadaan setiap orang bukan merupakan keinginan dari orang itu sendiri. Ada yang karena tuntutan tugas, pekerjaan, dan tanggung jawab kepada seseorang.

Kurang pengetahuan

Kalau sebab ini mungkin anda sudah tahu. Saat anda mendapat tugas sedangkan anda tidak tahu cara mengerjakannya yang terjadi hanyalah bingung. “ini gimana? saya nggak tahu” itu yang akan terpikirkan. Sebab ini masih bisa diatasi dengan belajar dan membaca bacaan yang sesuai dengan tugas tersebut.

Kurang fasilitas/dana

Jika anda pernah mengelola uang untuk digunakan dalam sebuah proyek atau kegiatan mungkin anda akan merasakan beberapa barang yang harganya lebih dari yang dianggarkan. Ini menyebabkan kekurangan dana untuk keperluan yang lain. Anda pun hanya akan kebingungan mencari tambahan dana lain karena jika anda mengajukan pengajuan dana lagi mungkin anda bisa mendapat status terdakwa, apalagi jika anda bekerja untuk lembaga pemerintah.

Terbawa perasaan

Perasaan yang dibawa-bawa dalam urusan bisnis misalnya bisa banyak merugikan dan menimbulkan kebingungan. Saat ada teman yang memiliki hutang namun anda tidak enak untuk menagihnya bisa mengganggu urusan bisnis. Jika utang tidak terlalu besar mungkin bisa ditambal dulu dengan uang cadangan. 

Namun jika utang itu sudah besar mungkin saja utang itu akan mengganggu perkembangan usaha anda. Memang ada rasa sungkan saat teman baik yang anda miliki harus diminta uangnya. Tapi ingat bahwa itu adalah hak anda.

Hilang kuasa atas panca indra

Pernah melihat pertandingan F1 atau moto GP, atau mungkin pertandingan MMA yang sedang booming beberapa tahun belakangan ini? Coba anda bayangkan jika anda merupakan peserta yang ikut dalam pertandingan tersebut. Saat sedang seru-serunya bertanding tiba-tiba gerhana matahari total. 

Atau yang lebih realistis mata anda kemasukan debu yang membuat kedua mata tidak bisa dibuka. Pasti bingung jadinya mau melanjutkan pertandingan dengan keadaan tak nyaman atau berhenti sejenak dengan catatan anda akan kalah. Sebab ini termasuk X-Factor karena tidak ada yang bisa menduga kapan dan bagaimana terjadinya.

Duh sudah 1303 kata kok baru terjawab 2 pertanyaan. Bingung mau nerusin ke pertanyaan selanjutnya atau tidak. Nah kan, malah jadi kasus untuk dibahas.

Kasus : seorang manusia bingung dengan keinginannya untuk menulis tentang bingung hingga selesai atau tidur pulas namun artikel belum terselesaikan.
  • Pilihan keputusan : teruskan menulis atau berhenti untuk diteruskan esok hari
  • Catatan : saat ini sudah jam 01.03 pagi

Mari kita pertimbangkan dengan singkat. Cukup bandingkan setiap keputusan dengan mempertimbangkan dampak baik dan buruknya.
Keputusan pertama “teruskan menulis”
  • Keuntungannya tulisan cepat selesai, pembaca bisa menikmati tulisan ini besok pagi, menghindari kepadatan kegiatan besok pagi.
  • Kerugiannya akan mengalami kurang tidur, jika tidur bangun kesiangan (nggak solat subuh), pekerjaan dipagi hari tertunda, badan tidak fit.
Keputusan kedua “teruskan besok”
  • Keuntungannya waktu tidur lebih banyak (mungkin jika diteruskan hingga selesai akan memakan 2 jam lagi).
  • Kerugiannya sifat santai bertambah, kemungkinan molor lebih besar, pekerjaan lain mungkin juga akan terganggu.

Jika dilihat dari untung rugi yang telah saya sebutkan diatas jelas pilihan untuk melanjutkan proses menulis memiliki lebih banyak keuntungan, baik dari segi ketepatan waktu dan kepuasan diri sendiri serta pembaca. 

Akan tetapi, dengan keadaan yang sudah tak kuasa ini saya kira saya akan melanjutkannya esok hari. Toh artikel ini bukan pesanan, jadi tidak usah terlalu mengejar waktu untuk menyelesaikan judul artikel ini.

Cara mengatasi bingung bagaimana?

Sebelum saya membahas pertanyaan ini terlebih dahulu akan saya berikan sebuah pesan teruntuk Mbah Google yang terhormat.

“Jadi begini Mbah, sebelum saya menulis artikel ini saya sempat mencari materi bingung dengan berbagai kata kuci. Salah satu kata kunci yang saya gunakan adalah ‘cara mengatasi bingung’. Anda tahu apa hasil yang saya dapatkan? Hasilnya adalah pada halaman pertama tampil cara mengatasi bingung puting (kondisi dimana bayi menolak menyusu secara langsung pada ibunya)."

Bagi banyak pembaca tentu ingin mendapatkan hasil yang menampilkan cara mengatasi bingung mengambil keputusan, bingung menentukan arah, atau bingung yang membahas tentang masalah kebingungan seseorang. Bisa dilihat hanya ada satu artikel yang memenuhi harapan/relevan dan itu pun tidak membahas bingung secara umum melainkan hanya membahas tentang bingung mengambil keputusan.

Untuk mengatasi bingung secara umum anda bisa lihat kembali pada bagian sebab terjadinya bingung. Jika anda tahu sebabnya, anda bisa menentukan cara mengatasinya. Sebenarnya bagian ini pun tidak diperlukan karena cara mengatasi bingung sudah dibahas dalam bagian sebab sebelumnya.

Cara memanfaatkan bingung

Di dunia dengan berbagai bidang didalamnya anda dituntut untuk tepat dalam setiap tindakan yang anda lakukan. Tepat waktu, tepat takaran, tepat arah, tepat mengambil keputusan. Semua ketepatan penting untuk dilakukan.

Terkadang dalam mengusahakan ketepatan-ketepatan tersebut mungkin saja anda mengalami bingung. Meski dalam hal yang sepele bingung itu sangat mengganggu setiap pekerjaan yang kita lakukan bukan?

Perlu anda ketahui kalau bingung itu tidak selamanya merugikan. Dengan memanfaatkan bingung tersebut bisa mengeluarkan kemampuan tersembunyi kita untuk “think out the box”. Sudahkah anda tahu apa itu think out of the box? Berpikir diluar kotak berarti berpikir tajam, kritis, namun tetap kreatif. Coba perhatikan gambar dibawah ini.

Apa yang anda perhatikan? Pasti yang anda perhatikan adalah terdapat sebuah titik kecil disana. Lalu kenapa anda tidak melihat area putih yang luas itu? Pernahkan anda berpikir kalau itu adalah titik-titik putih yang banyak?

Nah kurang lebih begitu gambarannya. Sering kali anda terlalu fokus dengan satu topik sempit sementara ada lebih banyak ide cemerlang yang sama sekali tidak anda perhatikan. Padahal itu jelas ada dan terlihat disekitar anda. Belajarlah untuk memperhatikan setiap hal. Prioritas memang perlu disusun namun ada hal kecil yang mungkin akan berguna jika dimanfaatkan.

Penutup

Itulah hasil dari bingung yang saya derita sejak tadi malam. Tulisan memang tidak seberapa manfaatnya jika dibandingkan tulisan bertopik bingung karya para master penulis. Saya hanya berharap artikel ini bisa memotivasi diri saya dan pembaca. Mungking belum semua bagian-bagian dari bingung dijelaskan karena jika bingung ini benar benar dikaji dengan dalam ini bisa menjadi buku yang cukup tebal.

Akhir kata, kalau bingung saja bisa menjadi artikel 2000 kata bagaimana kalau tidak bingung? 

Tulislah apapun, keluarkan pemikiran dengan merdeka. Salah satu kebebasan hakiki yang sudah bisa saya rasakan adalah menulis cass-cuss tanpa memilik diksi yang tepat. Memang belum sempurna namun dalam proses menuju sempurna. 

Sebuah novel yang bagus tidak selesai hanya dalam satu malam, butuh waktu untuk mendapat inspirasi, menulis, menyunting, dan proses lainnya. Konsisten dan istiqomah adalah sifat wajib jika ingin bisa menulis secara profesional.

Sekian 2000 kata dari saya. Semoga bermanfaat dan memotivasi. Dan menghibur, dan menyadarkan, dan menerangkan, dan menjelaskan, dan terimakasih atas kunjungan anda.


0 Response to "Menulis Tentang Bingung"

Posting Komentar